Terpopuler

Rabu, 06 Januari 2016

Jumenengan Dalem Paku Alam X

Salam Budaya,
Sebagai  masyarakat awan yang cinta dengan budaya jawa ingin melihat lebih dekat budaya adiluhur Praja Pakualaman & mencoba merangkum secara sederhana dari berbagai sumber & sosial media di Kadipaten Pakualaman.



Di bhumi Mataram Jawa wilayah Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Tepatnya di Kadipaten Pakualaman, anak kandung dari Suwargi KGPAA Paku Alam IX yaitu Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo (nama kecil : BPH Wijoseno Hariyo Bimo) akan dinobatkan sebagai penerus tahta Praja Pakualaman (Pangeran Merdiko). Pada hari kamis Legi tanggal 07 Januari 2016 akan dilakukan penobatan seorang Adipati Arya bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) X. Sesuai dengan hari penobatan dipilih hari kamis Legi tanggal 07 Januari 2015 merupakan tanggal dan hari baik menurut mereka. Kamis Legi itu hari bagus karena pada hari itu, semua permohonan didengarkan, maknanya yakni menyatunya keluarga yang bahagia, berkesinambungan rezeki, dan kewibawaan. Tema Jumengan Dalem adalah Pengemban Kebudayaan.

                             Sengkalan Memet

Orang Jawa memiliki cara yang khas untuk mengingat tahun, terutama tahun terjadinya peristiwa penting. Tahun yang dirujuk oleh sengkalan adalah Tahun Saka dalam kalender lunar (candra) maupun solar (surya). Sengkalan memet menyatakan angka tahun dengan gambar dan cara membacanya dari belakang ke depan. Dalam penobatan/jumengan dalem KGPAA Paku Alam X ing surya 2016 Masehi dengan sengkalan memet yaitu : Sad kartika Aneng Wiyat Ingasta". Sad (6), Kartika (1), Wiyat (0), Asta (2) dengan arti "Enam Bintang dilangit dapat diraih" maknanya "Cita-cita mulia akan terwujud dan membuahkan hasil yang gemilang". Bintang bersudut delapan menunjuk ke delapan penjuru mata angin sekaligus kedelapan Dewa (Asthabrata). Bintang Asthabrata dijadikan pedoman laku keseharian sehingga terbentuk pribadi yang bijaksana. Langit: Alam semesta terang terpancari bintang. Ajaran Asthabrata yaitu wahyu kepemimpian yang mengambil contoh sifat 8 dewa dan 8 unsur alam yaitu :
Sebelum proses jumenengan, calon Adipati melakukan proses nyekar atau berziarah dimakan leluhur di Astana Kota Gedhe (Makam PA I- PA IV) dan makan Astana Giri Gondo (makam PA V - PA IX) untuk memohon kepada Tuhan dan Leluhur.

                      Ziarah kemakam Leluhur Paku Alam

Pada hari sebelum penobatan Adipati, Disekitar halaman Puro Pakualaman dilakukan pemasangan penjor janur kuning yang itu menandakan akan adanya perayaan besar di kadipaten Puro Paku Alaman.

 
Penjor Janur di Gapura Masuk

Proses penobatan/jumengan Adipati Arya akan dilakukan secara sederhana mengikuti aturan adat Kadipaten Pakualaman selama seharian dari pagi hingga sore hari. Persiapan-persiapan sudah dipersiapkan dengan baik oleh kerabat dalem Trah Pakualaman & masyarakat sekitar Puro Pakulaman mulai dari gladi bersih acara penobatan dan acara kirab ageng guna  mensukseskan acara jumenengan dalem karena akan dihadiri tamu-tamu  undangan seperti Presiden & Mantan Presiden RI, Menteri, Kepala Daerah, SKPD DIY, Raja-raja Nusantara, dan masyarakat umum.

Tampak Luar Bangsal Sewatama 

Tampak Dalam Bangsal Sewatama 

Tampak Atas halaman Puro Pakualam

Jumenengan tidak dapat dilakukan di sembarang tempat. Hal ini karena Adipati ‘lenggah’ di Pura Kadipaten Pakualaman yaitu sinewaka di Bangsal Sewatama. Prosesi adat jumenengan adalah rangkaian dari penobatan/ jumenengan. Adapun rangkaiannya adalah sebagai berikut :

1. Yang akan jumeneng lenggah disertai Ampilan Dalem,
2. Menyatakan diri “Paneteping Karsa” dengan dibelakangnya diiringi / disertai pusaka utama berupa “Tombak Kyai Buyut dan Kyai Paku Baru” dalam posisi dibuka dari tutupnya.
3. Pemasangan wangkingan / keris
4. Penyematan tanda jabatan sebagai Adipati oleh sesepuh/yang dituakan di Trah Pakualaman

Setelah dinobatkan menjadi seorang Adipadi di Kadipaten Pakualaman,  KBPH Prabu Suryodilogo  (Pangeran Pati) bergelar :
SAMPEYAN DALEM KANGJENG GUSTI PANGERAN ADIPATI ARYA (K.G.P.A.A) PAKU ALAM INGKANG JUMENENG KAPING SADASA ING PRAJA DALEM KADIPATEN PAKUALAMAN.

Ampilan, Istilah ini dipakai untuk menyebut benda-benda yang dibawa mengiringi Adipati  pada upacara-upacara kerajaan. Ampilan yang sebagai suatu kesatuan disebut Kanjeng Kiai Ampilan Dalem ini terdiri atas: dhampar kencana , anak panah dengan busurnya, pedang dengan perisainya, lar badhak (= semacam kipas besar dari bulu merak), Alquran, sajadah, payung kebesaran, dan tombak

                             Alur Prosesi Jumeneng Dalem

Pada acara penobatan Adibati dikeluarkan Gangsa Monggang "Kyai Rinding" Yaitu Gamelan kehormatan yang ditabuh hanya pada saat upacara Jumenengan Dalem  (Penobatan Adipati). Gamelan Kyai rinding merupakan peninggalan dari KGPAA Paku Alam I.

 
Gangsa Monggang "Kyai Rinding"

Pada sore harinya adalah kirab ageng. Kirab dengan kereta untuk memperkenalkan diri dengan kawula Dalem (rakyat/masyarakat) adanya Adipati yang baru.  Untuk rutenya : melalui jalan Sultan Agung, Gajahmada, Bausasran, Gayam, Cendana, Kusumanegara dan kembali ke Pakualaman. Total semua petugas pengamanan sebanyak 2.500 orang yang berasal dari unsur TNI/Polri, instansi pemerintah terkait, organisasi masyarakat, perguruan pencak silat serta berbagai komunitas lainnya. Kereta-kereta yang nanti bakal dipergunakan dalam kirab ageng jumeneng dalem PA X, mengingat kereta tersebut sudah ada yang berusia lebih dari dua abad. "Kereta tersebut adalah Kyai Manik Kumala, Nyai Roro Kumenyar, Kyai Brojonolo serta Kyai Manik Brojo. Kereta-kereta ini akan ditarik oleh sedikitnya 30 ekor kuda.

Rangkaian kirab ageng sesuai siaran pers gladi kirab ageng jumeneng dalem Paku Alam X (minggu, 03 Januari 2016)  adalah sebagai berikut :

Rangkaian Pembuka :
1. Mobil Vooraider
2. Marching Band
3. Paskibraka

Rangkaian Utama :
1. Gajah --> Gajah yang terlibat dalam kirab ageng ada 4 ekor. Masing-masing bernama Sibaya (32 tahun), Cempaka (25 tahun), Natasya (24 tahun) dan Gilang  (17 Tahun). Tiga gajah disebut pertama adalah koleksi Kebun Binatang Gembira Loka, sedangkan Gilang adalah milik kasultanan Yogyakarta.

               Gajah Bernama Gilang milik Kasultanan Yogykarta
2. Manggala Yudha Pakualaman
3. Bendera Kadipaten Pakualaman
4. Prajurit Lombok Abang

                          Prajurit Lombok Abang

8. Kereta Kyai Manik Kumolo --> Kereta yang telah berusia dua abad. Kereta ini merupakan hadiah letnan Gubernur Jendral Sir Thomas Raffless kepada KGPAA Paku alam I tahun 1812. Kereta dengan model Landoulet in Riemen ini diproduksi di pabrik F. Muers London tahun 1800-1810. Warna cat kuning muda dengan pelisir hitam. Nantinya dalam kirab akan digunakan oleh KGPAA Paku Alam X & Permasuri.
                           Kereta Kyai Manik Kumolo

9. Kereta Kyai Rejo Pawoko (Ampilan Dalem) --> Kereta ampilan dalem koleksi kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dibuat tahun 1901 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

                          Kereta Kyai Rejo Pawoko

10. Kereta Kyai Jaladara --> Kereta baru warna hitam glossy milik kadipaten pakualam yang selesai diproduksi Desember 2015 dibengkel balai latihan pendidikan teknik BLPT pemerintahan DIY. Rencana kereta ini akan digunakan oleh adipati arya yang sudah jumeneng/dinobatkan

 Kereta Kyai Jaladara

11. Kereta Nyai Rara Kumenyar --> Kereta yang diproduksi di H & A Holmes Derby Lichfield & london tahun 1900. kereta dengan model berline dengan warna hijau tua dan hitam dengan pelisir kuning keemasan ini hadiah Sri susuhunan Paku buwana X kepada putera mantunya yakni Sri paduka paku alam VII.

                            Kereta Nyai Rara Kumenyar
12. Kereta Kyai Brojonolo --> Kereta yang dibuat pabrik kereta jones freres Bruzelles tahun 1900. kereta berwarna biru tua dan hitam dengan pelisir kuning ini adalah hadiah pemerintah Belanda kepada sri paduka paku alam VII.

                            Kereta Kyai Manik Brojo

13. Kereta Kyai Manik Brojo -- > Kereta dengan model Coupe Driekwart ini diproduksi tahun 1870-1890 di Herman's Hage.
14. Prajurit Plangkir

                                  Prajurit Plangkir
15. Prajurit Kavaleri

Rangkaian Penutup :
1. Marching Band
2. Mobil Ambulance
3. Mobil Pendukung

Acara Penobatan & Kirab Ageng akan disiarkan secara live dan ekslusif oleh Jogja TV, TVRI Jogja  & TVRI Nasional serta Televisi Nasional Lainnya. Jadi masyarakat umum yang tidak bisa menyaksikan secara langsung di Puro Paku Alaman dapat melihat di TV masing-masing.

Rute Kirab Ageng

Maka dengan demikian posisi “K.B.P.H. Prabu Suryodilogo” sebagai “K.G.P.A.A. PAKU ALAM X” adalah “Sah dan Legal ”.

Menurut informasi Romo Tirun (Penghageng Tepas Dwarapura Kraton Yogyakarta) yangg dikutip pada Krjogja.com menjelaskan kedudukan seorang adipati dari Pakualaman di Kraton 'Ngenemi' atau lebih muda pangkatanya dibelakang di Putra Mahkota Kraton Yogyakarta. Karena tidak ada putra mahkota Kraton Yogyakarta maka posisinya dibelakang langsung Raja Kraton Yogyakarta. Tugas-tugas Adipati Pakualaman memang mempunyaki posisi sendiri, sebab seorang Paku Alam itu adalah seorang Pangeran Merdiko (pangeran yang bebas) sehingga mempunyai peraturan atau pranatan sendiri.  


                             KGPAA Paku Alam X

Semoga acara jumengan dalem Paku Alam X berjalan lancar & masyarakat dapat menyaksikan tradisi budaya pakualaman.

#MangayubagyoJumenengDalemKGPAAPakuAlamX

#JumenengDalemPAX
Sumber Informasi & Foto :
-Facebook : Kadipaten pakualaman
-Facebook : Jumeneng dalem KGPAA Paku Alam X
-Facebook : info seni jogja
-Twitter : #JumenengDalemPAX





Selasa, 05 Januari 2016

Mangkatnya Raja Pura Paku Alam, Sri Paduka Paku Alam IX

Innalillahi wainna ilaihi roji'un,


Suwargi KGPAA Paku Alam IX


Kabar duka menghampiri keluarga besar Pakualaman Yogyakarta. Sri Paduka Paku Alam IX yang merupakan Wakil Gubernur DIY mangkat pada hari sabtu Tanggal 21 November 2015 sekitar pukul 15.10 WIB dikarenakan sakit. sebelumnya di rawat intensif di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta sejak 16 November 2015 lalu. usia beliau 87 Tahun & meninggalkan 3 orang putra.

Jenazah disemayamkan di Ndalem Ageng

Pada malam harinya, jenazah dibawa ke pura pakualam tempat disemayamkan di Ndalem Ageng Pura Paku Alam sebelum siang harinya di kebumikan di Hastana Giriganda (makam Keluarga raja-raja paku alam) Kulon Progo Yogyakarta.

                                           Upacara adat & doa sebelum dibawa ke Hastana Giri Gondo


Sebelum diberangkatkan di Hastana Giriganda dilakukan upacara adat pelepasan jenazah sesuai dengan adat Kadipaten Paku Alam. Turut Hadir dalam upacara pelepasan jenazah yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarga, Menteri Dalam Negeri yang mewakili presiden Bapak Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Bapak  Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MUI Pusat Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, Raja-Raja Nusantara atau yang mewakili, Satuan Kerja Perangkat Daerah DIY & Kabupaten, Masyarakat DIY.

                                                       Menuju tempat peristirahatan terakhir

Warga masyarakat berjubel menghantarkan Suwargi KGPAA Paku Alam IX, ke tempat peristirahatan di Hastana Giriganda. Mereka pun turut berdo'a dan tabur bunga.  

Sungguh KGPAA IX adalah sosok yang dicintai masyarakat

Allahumma firlahu warhamhu wa`afihi wa`fu`anhu” 
“Ya Allah, ampunilah dosanya, berilah rahmatMu ke atasnya, sejahtera dan maafkanlah dia.” 


 #SurudDalemKGPAAPakuAlamIX
 
Sumber Informasi :
Facebook  : Kadipaten Pakualaman 

*KGPAA : Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo 

Sabtu, 05 Mei 2012

Mitologi Gunung Merapi


Banyak mitos yang berkembang di masyarakat terutama yang tinggal di sekitar lereng gunung merapi. yang paling menonjol adalah keberadaan Eyang Sapu Jagad, sosok gaib penunggu gunung merapi. berbicara tentang eyang sapu jagad tidak dapat dilepaskan dari kanjeng ratu kidul  sosok gaib penunggu laut selatan jawa.

Berawal saat sutawijaya (kemudian bergelar panembahan Senopati) anak dari ki ageng pemanahan. bertapa di pantai laut selatan. Dalam laku tapa tersebut sutawijaya bertemu , berkenalan saling jatuh cinta dan menikah  dengan kanjeng ratu kidul. sutawijaya mengutarakan niatnya untuk membangun kerajaan baru. singkat cerita kanjeng ratu kidul berkenan membantu dengan sepenuh hati. sebagai tanda kesungguhan dan cintanya. kanjeng ratu kidul menghadiahi " Ndhog Jagad" yang kemudian dititipkan  kepada kyai sapu jadag.

Apa yang ingin disampaikan dari mitologi  diatas  adalah bahwa sapu jagad berarti  menyapu jagad. sapunya jadag dunia. jadag yang dimaksud adalah diri pribadi manusia, jagad cilik dunia kecil (mikrokosmos) denagn demikian  sapu jagad  adalah konsep  spiritualitas  dalam  kesadaran membersihkan diri pribadi, hati dan pikiran. sedangkan kanjeng ratu kidul  berasal dari kata "Rat" yang berarti maha luas, tak terbatas . ide , pemikiran pemikiran manusia sering  kali tak terbatas. untuk itu dalam mewujudkan dalam keterbatasan di perlukan batasan -batasan berupa simbol untuk mewujudkan, membumikan ide, gagasan manusia. endhog jagad. endhog berarti telur sifatnya embriotik, bakal. apa yang dilakukan suta wijaya adalah mentranplantasi sebuah gagasan abstrak kedalam realita melalui pergulatan batin, bersih diri dan akhirnya mendapatkan pencerahan, maka dia berdiri dibarisan paling depan untuk mewujudkan berdirinya kerajaan baru mataram. eksistensi mataram saat itu boleh jadi karena tuntutan kebutuhan, kebutuhan akan perlunya "peradaban baru"

Mitologi merapi - laut selatan sudah saatnya kita sikapi dengan cara pandang modern. kita perlu menenggelamkan dan memperabukan pemikiran dan cara pandang lama, mengganti dengan yang baru. dengan niat sungguh-sungguh , hati bersih, sepi ing pamrih rame ing gawe. kita akan mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di gunung merapi maupun laut selatan untuk kepentingan rakyat banyak. dengan demikian layaknya kita disebut sebagai manusia beradab yang hidup didalam peradaban baru. (Aloysius Heri)




Berwisata Ke Ullen Sentalu Kaliurang


Tak ada rencana ke ullen sentalu, dan itu rencana dadakan karena penulis diajak oleh ke kaliurang (kali adem) dan terus diajak ke ullen sentalu karena tempatnya tidak terlu jauh dari kali adem. penulis juga baru pertama kali  ke ullen sentalu. ketiga sampai di kaliurang (tempat wisata rekreasi Kaliurang) penulis tidak tahu arahnyanya, karena museum ullen sentalu tidak ada denahnya yang ada malah denahnya  tlogo putri dan gardu pandang. penulis mencoba bertaya kepada penjual  pecel tidak jauh dari situ. ternyata dari tempat rekreasi ada 2 persimpangan jalan, ambil ke arah kiri dari persimpangan jalan itu terus ada jalan naik (arah gardu pandang) dan turun . Ambil jalan turun dekat gereja belok kanan. disitulah terletak museum ullen sentalu. alam banget tempatnya dan tentunya masih asri. ternyata ini museum swasta dan yang memilikinya adalah yayasan kepunyaan orang jogja juga. 

Setelah memarkirkan sepada motor, penulis langsung membeli tiket. harga tiketnya Rp 25.000 (domestik), harga tiket masuknyanya beda dari museum2 lainnya. harga tersebut pantas dengan keindahan yang ada didalamnya dan sudah termasuk pemandunya yang menerangkan isi dari museum tersebut. walaupun cuma 1 orang pun tetap ada pemandunya. dan ternyata pemandunya rumahanya jauh dari museum tersebut. setelah mendapatkan tiket. petugas pintu masuk mengambil tiket dan menyobek tiket bagian bawah dan menulis daftar rekapannya ke buku dan ditanya juga dari kota mana. kita masih menunggu pemandunya datang dan kita masih bercanda2 dulu dan tentunya foto-foto depannya. tak sampai dari 10 menit menungu datanglah seorang pemandu wanita. sebelum masuk ke museum ullen sentalu, pemandu menerangkan tata tertip salah satunya tidak boleh memoto didaerah yg bertanda khusus.langsung kita masuk ke area bawah tanah, namanya Goa sela giri.
ketika masuk ruangan goa Sela Giri ini dibuat takjub dan kagum. serasa berada di sebuah keraton yang hilang. seperangkat gamelan merupaka kali pertama dilihat di museum ini. pemandu menjelaskan secara detail setiap benda disitu. jadi pengunjung tidak hanya melihat saja yg tanpa arti tapi dijelaskan secara detail. pengunjung juga belajar dari sebuah museum sebuah masa lalu yg hilang. barang-barang yang ada di museum ini tidak ada di museum kraton baik jogja maupun surakarta. benda-benda dimuseum ulen sentalu lebih banyak berbau-bau kraton trah dinasti mataram jawa (Kasultanan Nyagyakarta Hadiningrat, Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kadipaten Pakualaman, Kadipaten Mangkunegaran). lorong demi lorong dilewati. hanya tertegun kagum. yang terkenal dari museum ini, ada ruang khusus yang didedikasikan kepada gusti nurul , seorang bangsawan putri Mangkunegara VII, seorang wanita pintar, cantik dan mempunyai mempunyai prinsip anti poligami.

setelah berputar-putar ke ruang demi ruang, kita dijamu sebuah minuman khas jawa, seperti wedang jahe. setelah itu dibawa di ruang pamer selanjutnya, namanya kaswargan seperti nama makan di imogri (makan raja Jogjakarta HB IX). disana didisambut oleh beberapa arca salah satunya bernama Ganesha, Dewi sri dan masih Banyak lagi.

ruang kaswargan lebih banyak foto  HB IX , HB X dan permasurinya serta keluarga istana lainnya. dan patung manten paes ageng gaya jogjakarta.  ternyata setiap benda yang dikenakan  manten wanita syarat makna dan filosofi. sebagai contoh kain rama shinta, biar cintanya abadii seperti rama dan sinta.
busana paes ageng selain digunakan sebagai acara sakral pernikahan juga digunakan sebagai busana penari. seperti tari bedaya ketawang (surakarta) dan tari bedaya Semang (jogja) , tarian khusus saat jumengan /ulang tahun naik tahta sultan atau sunan yang beranggotakan 9 penari dan konon 1 penari yang tak tampak adalah Kanjeng Nyi loro kidul. 

setelah berkeling-keliling akhirnya kita sampailah ke sebuah galeri atau tempat belanja dan kafe yang berada di belakang museum tersebut. selain itu pengunjung dapat berfoto-foto mengabadikan sebagai tanda /oleh-oleh dari tempat tersebut dan selesai juga kita ke museum Ullen sentanu. kita akan rekap tempat- tempat di museum tersebut . 

Museum Ullen Sentalu sudah memiliki beberapa ruang, yaitu Ruang Selamat Datang, Ruang Seni Tari dan Gamelan, Guwa Sela Giri, 5 ruangan di Kampung Kambang, Koridor Retja Landa, serta Ruang Budaya.
  1. Ruang Selamat Datang : Merupakan ruang penyambutan Tamu. Juga terdapat banner yang berisi latar belakang pendirian Museum Ullen Sentalu dan Arca Dewi Sri, simbol kesuburan.
  2. Ruang Seni Tari dan Gamelan : Dalam Ruangan ini terdapat seperangkat gamelan yang dihibahkan oleh salah seorang pangeran di Kasultanan Yogyakarta. Gamelan tersebut sempat dipergunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang orang dan pagelaran tari di keraton Yogyakarta. Selain itu juga terdapat beberapa lukisan tarian.
  3. Guwa Sela Giri : Berlokasi di bawah tanah untuk menyesuaikan dengan kontur tanah yang tidak rata. Ruang ini berupa lorong panjang yang merupakan perpaduan Sumur Gumuling Taman Sari dan gaya Gothic. Arsitektur Guwa Sela Giri didominasi dengan penggunaan material bangunan dari batu Merapi. Ruang ini memamerkan karya-karya lukis dokumentasi dari tokoh-tokoh yang mewakili figur 4 kraton Dinasti Mataram.
  4. Kampung Kambang : Merupakan areal yang berdiri di atas kolam air dengan bangunan berupa ruang-ruang di atasnya. Konsep areal ini diambil dari konsep Bale Kambang dan konsep Labirin. Terdiri dari 5 ruang :
    • Ruang Syair untuk Tineke : Ruang yang menampilkan syair-syair yang diambil dari buku kecil GRAj Koes Sapariyam (putri Sunan PB XI, Surakarta) dan ditemukan di suatu ruang di dalam Kaputren Kasunanan Surakarta. Syair-syair itu ditulis dari tahun 1939-1947, oleh para kerabat dan teman-teman GRAj Koes Sapariyam yang akrab dipanggil Tineke sebagai puisi-puisi kenangan. Melalui syair-syair tersebut terungkap kemampuan intelektual dalam seni sastra para putri di balik tembok kraton.
    • Royal Room Ratu Mas : Suatu ruang yang khusus dipersembahkan bagi Ratu Mas, permaisuri Sunan Paku Buwana X. Di ruang ini dipamerkan lukisan Ratu Mas, foto-foto beliau bersama Sunan serta putrinya, serta pernak-pernik kelengkapan beliau, seperti topi, kain batik, dodot pengantin, dodot putri, asesori, dll.
    • Ruang Batik Vorstendlanden : Menampilkan koleksi batik dari era Sultan HB VII – Sultan HB VIII dari Kraton Yogyakarta serta Sunan PB X hingga Sunan PB XII dari Surakarta. Melalui koleksi tersebut terlihat suatu proses seni dan daya kreasi masyarakat Jawa dalam menuangkan filosofi yang dianutnya melalui corak motif batik. Perpaduan keindahan seni batik dan makna-makna filosofis yang dikandungnya menguak suatu warisan budaya intangible yang sangat kaya.
    • Ruang Batik Pesisiran : Ruang ini melengkapi proses akulturasi budaya yang ada di Jawa. Dipamerkan kostum, yaitu keindahan bordir tangan dari kebaya-kebaya yang dikenakan kaum peranakan mulai jaman HB VII (1870-an) serta kain batik yang lebih kaya warna.
    • Ruang Putri Dambaan : Ruang ini dikatakan sebagai album hidup GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, putri tunggal Mangkunegara VII dengan permaisuri GKR Timur. Ruang ini sangat istimewa karena terasa kedekatannya dengan Sang Tokoh, yang meresmikan sendiri Ruang Putri Dambaan tersebut pada ulang tahun ke-81 pada tahun 2002.
  5. Koridor Retja Landa : Merupakan museum outdoor yang memamerkan arca-arca dewa-dewi dari abad VIII-IX M. pada masa itu berkembang agama dan budaya Hindu Budha, sehingga ada pemujaan pada dewa-dewa yang diwujudkan dalam bentuk penyembahan pada arca-arca dewa tertentu.
  6. Ruang Budaya : Di ruang ini dipamerkan beberapa lukisan raja Mataram, lukisan serta patung dengan tata rias pengantin gaya Surakarta serta Yogyakarta.
  7. Sarana Pendukung:
    1. Taman : Selain bangunan fisik, areal Taman Kaswargan didominasi oleh hutan alami dan bagian-bagian taman yang menonjolkan atmosfer pegunungan. Pada bagian-bagian tertentu terdapat patung-patung yang menjadi museum outdoor.
    2. Beukenhof Restaurant : Rancang bangun Taman Kaswargan sebagai obyek wisata budaya dan alam tak terelakkan harus dilengkapi dengan sarana pendukung lain, seperti restaurant. Restaurant Beukenhof diambil dari bahasa Belanda yang berarti bangunan yang dikelilingi pohon-pohon, seperti yang dapat pengunjung nikmati di restaurant dengan bangunan yang dirancang bergaya arsitektur kolonial .
    3. Art Shop : Toko souvenir didirikan sebagai pendukung dalam unsur pariwisata kawasan Taman Kaswargan.

Terima kasih