Terpopuler

Sabtu, 12 Agustus 2017

Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh



Siapa yang tak kenal jogja, daerah yang berada diselatan pulau jawa yang dahulu bernama bumi mataram. Negerinya  para raja, yang terkenal dengan budaya jawa yang syarat makna dan adi luhungnya. Keistimewaannya yang  tak dimiliki di daerahnya lainnya di indonesia. Sebuah provinsi yang gubernur dan wakil gubernurnya berasal dari raja yang saat ini menduduki tahta di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan di Kadipaten Pura pakualaman. 2 kerajaan pecahan mataram islam ini berada di daerah istimewa Yogyakarta. 

Provinsi Daerah Istiwewa (DI) Yogyakarta  terdiri dari 4 Kabupaten dan 1 Kotamadya ini bisa di bilang lengkap karena mempunyai  gunung (merapi), perbukitan  (seribu di daerah Gunung Kidul dan menoreh di daerah Kulon Progo), laut selatan yang langsung berbatasan dengan Samudra Hindia, deretan pantai yang mulai membentang  dari kabupaten Kulon Progo hingga Kabupaten Gunung Kidul , pusat perdagangan, pusat kreatifitas, pusat budaya, pusat pendidikan  dan pusat keagamaan (muhammadiyah) serta  pemandangan alamnya yang tak kalah indahnya dari daerah lain di Indonesia.  Oleh karena itu, jogja sebagai juga alternatif wisata setelah pulau dewata Bali. Banyak predikat yang disematkan oleh jogja sebagai kota pelajar, kota sejarah, kota pariwisata, kota budaya dan masih banyak lagi tentunya. 


Banyaknya penghargaan yang diterima oleh Provinsi (DI) Yogyakarta dari tahun ke tahun dari mulai pelayanan ke warganya dan pengurusan administratifnya ini. Diharapkan dengan diterima penghargaan tersebut dapat mempertahankan pencapaian yang sudah dicapai serta terus meningkatkan  pelayanan yang masih belum baik. Semua itu butuh namanya proses karena sebuah kesuksesan berasal  dari belajar yang tanpa henti  untuk menjadi baik . Pekerjaan rumah yang masih banyak, bukan  hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi DI  Yogyakarta semata tetapi menjadi  tugas bersama warga Jogja. 


Mengingat jasa besar  Sri Sultan HB I sebagai pendiri  Dinasti Mataran Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai seorang ahli strategi perang, arsitek, budayawan dan negarawan yang sangat berpegang teguh akan nilai-nilai sejarah  maupun filosofinya yang dapat berpengaruh pada rakyatnya.  Ada salah satu falsafat dasar yang diletakkan Sri Sultan HB I yaitu  Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh dalam membentuk watak prajurit kraton berwatak ksatria. Sawiji berati orang yang selalu ingat kepada tuhan, greget berarti seluruh aktivitas dan gairah hidup yang disalurkan melalui jalan tuhan. Sengguh berarti harus bangga ditakdirkan sebagai makhluk paling sempurna . Ora mingkuh berarti meskipun mengalami banyak kesukaran dalam hidup, namun percaya kepada tuhan. Mungkin falsafat tersebut begitu asing ditelinga kita karena belum semua paham dan mengerti. Falsafat tersebut seharusnya menjadi pandangan hidup dan dapat meningkatkan etos kerja warga jogja pada khususnya dan indonesia pada umumnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar